Tampilkan postingan dengan label Tausyiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausyiah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Agustus 2015

Pesan-Pesan Kehidupan Oleh KH.Asrori Al-Ishaqi

Pesan-Pesan Kehidupan Oleh KH.Asrori Al-Ishaqi
KH.Asrori Al-Ishaqi
Dari banyak isi Dawuh-Dawuh KYAI ASRORI AL ISHAQI Dalam pengajian beliau terdapat beberapa wasiat atau pesan Beliau yang hampir selalu berulang dan sangat sering di wanti-wanti kan kepada kita.

Ada tujuh pesan mulia KH.Asrori Al-Ishaqi di antaranya ialah :

(1). Dalam setiap amal ibadah apapun yang kita lakukan..
marilah didasari dengan selalu MERASA HINA (“APES”) di Hadapan Allah SWT.

(2). Dalam pergaulan dengan sesama..marilah kita gunakan “Akhlaqul-Karimah” yang didasari dengan selalu merasa :
“ORANG LAIN LEBIH MULIA KETIMBANG DIRI KITA, DAN DIRI KITA LEBIH HINA KETIMBANG ORANG LAIN”.

(3). Jadikanlah diri kita sebagai orang yang pandai “BERSYUKUR”

(4). Jadikanlah diri kita sebagai orang yang memiliki sifat “WELAS-ASIH”.
Artinya, “mudah tersentuh hatinya”terhadap kesulitan atau derita sesama, serta cepat-tanggap dalam membantu atau menolong, meskipun hanya mampu mendoakan.

(5). Jadikanlah diri kita sebagai orang yang “MUDAH MENGALAH”

(6). Jadikanlah umur kita ini..
“SELALU BERISI HAL-HAL YANG BERMANFAAT”

(7). “JANGAN PERNAH BERBUAT DHOLIM” terhadap sesama.

Jika kita renungkan, hampir semua persoalan hidup di zaman sekarang ini,Sepertinya berakar atau bersumber dari kurang diterapkannya salah satu atau beberapa pesan Mulia beliau tersebut.

Semoga kita dapat memahami dan melaksanakan pesan beliau tersebut se-maksimal mungkin… Amin….!

Source : Den-Raden

Keteladan KH Ali Ma'sum Menurut KH Mustofa Bisri

Keteladan KH Ali Ma'sum Menurut KH Mustofa Bisri
KH Ali Ma'sum dan KH Bisri Musthofa
KH Ali Ma'sum adalah guru yang paling banyak mempengaruhi perjalanan hidup KH Musthofa Bisri (Gus Mus). karena KH Ali Ma'sum memberikan kebebasan kepada para santri untuk mengembangkan bakat seni.

Dalam pandangan beliau (Gus Mus.red) KH Ali Ma'sum adalah seorang kiai yang tidak hanya memiliki keilmuan tinggi tetapi juga dermawan terhadap para santri.
 
Beliau (Gus Mus) pernah dawuh:
 
“Pak Ali itu adalah sosok kebapakan, yang sangat mengerti manusia, ngewongke wong (memanusiakan manusia). Hanya di Krapyak, ada santri ndak punya uang, pinjam ke Kyainya, Dulu itu di setiap sudut pesantren di pasangi speaker timbal balik. Ketika Pak Ali ngendikan (bicara), bisa didengar santri dan begitu pun sebaliknya. 
Jadi Pak Ali itu tahu semua tingkah polah santri-santri. Jika ada santri yang malu-malu pinjam sama Pak Ali, santri itu bicara di dekat speaker. Bilang kalau enggak punya uang. Masya Allah, Pak Ali yang mendengar keluhan santri tersebut langsung meminjaminya. Kalau tidak Pak Ali tidak mungkin ada,” kenang beliau (Gus Mus)

Selain dermawan, beliau juga mengutarakan bahwa KH. Ali Ma'sum merupakan seorang kiai yang hafal seluruh nama santri-santrinya.
 
“Kiai Ali itu hafal semua nama santri. Kalau ada haulnya Kiai Munawwir atau acara mantenan, semua santri itu dikasih undangan dan ditandatangani langsung oleh Kiai Ali. Jadinya nggak enak kalau tidak datang,” ujar beliau (Gus Mus)

Cerita lainnya, selama nyantri bersama kakak beliau, KH. Kholil Bisri. Tidak sekalipun beliau didukani (dimarahi) oleh KH. Ali Ma'sum, kecuali saat beliau memaksa Al-Maghfurlah untuk kerso (bersedia) menjadi Rais Am NU pada waktu itu.

“Beliau marah betul. Tidak pernah saya dimarahi kecuali waktu itu. Saya masih ingat betul bagaimana reaksi beliau. Kamu santriku atau bukan? Kok ikut-ikutan nyuruh aku jadi Rais Aam? Kamu pengen aku cepat mati? ” kenang beliau (Gus Mus) tentang Mbah Ali Maksum.

Kiai –kiai seperti itu adalah Kiai yang berasal dari masyarakat. Diakui dan benar-benar dekat dengan masyarakat. Sosok seperti Pak Ali adalah Kiai yang mewaqafkan dirinya, sepenuhnya untuk umat.
 
Tidak seperti Kiai atau ustadz bikinan Pers atau Media itu. Sedikit-sedikit pakai Sorban dan minta dipanggil Ustadz. Terkadang cara memakai sorbannya masih lebih bagus KH Maimoen Zubair ujar beliau (Gus Mus)

termasuk pesan beliau (KH Ali Ma'sum) adalah:

١. العلم والتعلم بنهضة العلماء
 
Pertama, yakni Warga Nahdliyyin mesti mempelajari apa dan bagaimana NU.

٢. العمل بنهضة العلماء

Kedua, yaitu setelah mempelajari juga dianjurkan untuk diamalkan dan diajarkan.

٣. الجهاد بنهضة العلماء

Ketiga, berjihad sesuai dengan ruh Nahdlatul Ulama yang tercermin dalam Rahmatal lil 'alamin.

٤. الصبر بنهضة العلماء

Keempat, ketika kita berjuang harus sabar dengan kemasan Nahdlatul Ulama.

٥. الثقة بنهضة العلماء

Kelima, setelah semuanya dilakukan kita harus memiliki keyakinan terhadap perjuangan Nahdlatul Ulama.

.أفاض الله لنا من بركاته وعلومه ونفحاته وانواره

Keistimewaan KH Bisri Musthofa Ayah KH Musthofa Bisri (Gus Mus)

Keistimewaan KH Bisri Musthofa Ayah KH Musthofa Bisri (Gus Mus)
KH Bisri Musthofa dan KH Musthofa Bisri
KH Bisri Musthofa ayah KH Musthofa Bisri atau Kyai yang sekarang akrab dengan panggilan Gus Mus dan KH Ali Ma'sum krapyak adalah guru yang paling banyak mempengaruhi perjalanan hidup Gus Mus, Kedua kiyai tersebut memberikan kebebasan kepada para santri untuk mengembangkan bakat seni.

KH. Bisri Mustofa dikenal sebagai seorang kiai pengarang yang menulis beberapa buah kitab, khususnya dalam Bahasa Jawa, di antaranya (yang cukup terkenal) adalah Tafsir al-Ibriz. Selain dikenal sebagai seorang kiai penulis, pengasuh Pondok Pesantren Raudhatuth Thalibin Leteh Rembang ini juga dikenal sebagai seorang orator dan politikus.

Suatu hari K.H. Musthofa Bisri (Gus Mus) putra KH Bisri Musthofa, pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin LetehRembang, Jawa Tengah, kedatangan seorang tamu dari Cirebon, Jawa Barat.

“Assalamu ‘alaikum. Anda Gus Mus?” tanya si tamu yang namanya tidak tercatat dalam ingatan beliau.

“Ya, benar, saya Musthofa,” jawab Gus Mus

“Saya dari Cirebon, (kata si tamu). “Saya ingin menyampaikan pesan Kiai Bisri. Beliau berpesan kepada saya agar menemui Anda, dan meminta agar Anda mengoreksi cetakan Al-Quran Menara Kudus. Karena pada cetakan itu, dalam surah Al-Fath, di situ ada sedikit kesalahan kecil dalam penulisan.”

Tentu saja beliau (Gus Mus) kaget. Namun untuk tidak mengecewakan tamunya,beliau menahan diri untuk mengatakan yang sebenarnya. “Kapan Anda ketemu beliau?” tanya Gus Mus

“Kemarin di Cirebon,” jawab si tamu datar.

Gus Mus kemudian tidak terlalu memikirkan hal ihwal tamunya. Pesannya itulah yang lebih istimewa. Kepada tamunya itu; Gus Mus mengungkapkan bahwa Kiai Bisri adalah ayahnya, tapi telah meninggal empat puluh hari sebelumnya.

Tentu saja si tamu keheranan, namun ia juga tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena memang kedatangannya hanya untuk menyampaikan pesan singkat itu.

Gus Mus kemudian segera menemui K.H. Abu Amar dan K.H. Arwani di Kudus, keesokan harinya. Kedua kiai tersebut adalah penghafal Al-Quran yang dipercaya penerbit Menara Kudus untuk menerbitkan kitab Tafsir Al-lbriz, sebagai tashhih atau korektor. beliau ingin meyakinkan diri beliau tentang pesan orang dari Cirebon itu kepada K.H. Abu Amar dan K.H. Arwani.

Setelah berdiskusi mendalam, ternyata informasi tersebut benar. Kesalahan itu terdapat dalam ayat ke-18 surah Al-Fath. Ayat tersebut mestinya tertulis :

(لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ)
 
laqad radhiyallahu ‘anil mu’minina, bukan laqad radhiyallahu 'ala mu'minin.

Keistimewaan KH Bisri Musthofa Ayah KH Musthofa Bisri (Gus Mus)
KH Bisri Musthofa dan KH Ali Ma'sum

Pengalaman yang sama juga dialami lagi oleh Gus Mus. Dalam kesempatan yang lain ia mendapat tamu, juga dari Cirebon.

“Anda diminta Kiai Bisri agar melanjutkan karya beliau yang belum selesai,” kata tamu itu.

“Kapan Anda ketemu beliau?” tanya Gus Mus.

“Kemarin di Cirebon,” jawab si tamu, juga dengan nada ringan dan datar.

Setelah mengucapkan terima kasih, kepada tamunya kali itu Gus Mus menjelaskan bahwa Kiai Bisri telah wafat beberapa waktu sebelumnya.

Reaksi si tamu pun sama, karena tujuannya ke Rembang tak lain hanyalah untuk menyampaikan pesan Kiai Bisri Mushofa.

Pengalaman Gus Mus itu mempertegas kebenaran firman Allah dalam surah Al-Hijr ayat 9,

(إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ),
 
“Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Al-Quran dan kami benar-benar memeliharanya.”

Dan dalam surah Ali Imran ayat 169,
 
(وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ )
 
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Bahkan, mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki"

Oleh karena itu, sering kali kita mendengar para kiai yang telah mencapai maqam tertentu ketika meninggal dunia masih dapat menemui seseorang, bukan sekadar dalam mimpi, namun seperti di alam nyata. Hal ini juga terjadi pada KH. Muntaha al-Hafizh Wonosobo dan beberapa kiai lainnya. Ya, itu memang karomah dari sang kiai.

Mengenai KH Bisri Musthofa, beliau wafat pada hari Rabu 16 Februari 1977 pada usia 64 tahun, tepat seminggu menjelang pemilihan umum tahun tersebut. Sedangkan KH Musthofa Bisri (Gus Mus) adalah putra keduanya yang kini meneruskan memimpin Pondok Pesantren Raudhatuth Thalibin Leteh Rembang, peninggalan Beliau KH Bisri Musthofa.

أفاض الله لنا من بركاته وعلومه ونفحاته وانواره

Kamis, 06 Agustus 2015

8 Kelompok Manusia Ini Bisa Merubah Kehidupan Anda

8 Kelompok Manusia Ini Bisa Merubah Kehidupan Anda


Dalam Kitab Tanbihul Ghofilin Di jelaskan

 قََالَ الْحُكَماءُ
Orang- orang bijak berkata :

مَنْ جَلَسَ مَعَ ثَمَانِيَةِ أَصْنَافٍ مِنَ النَّاسِ، زَادَهُ اللَّهُ ثَمَانِيَةَ أَشْيَاءَ 
“Barang siapa sering duduk bersama 8 orang kelompok manusia, Allah akan menambahinya 8 perkara:

مَنْ جَلَسَ مَعَ الْأَغْنِيَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ حُبَّ الدُّنْيَا وَالرَّغْبَةَ فِيهَا

1. Barangsiapa duduk bersama orang-orang kaya, Allah akan menambahi cinta kepada dunia dan semangat untuk mendapatkan dunia.

 وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْفُقَرَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ الشُّكْرَ وَالرِّضَا بِقِسْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى

2. Barangsiapa duduk bersama orang-orang miskin, Allah akan menambahi perasaan syukur dan ridho atas pemberian Allah.

 وَمَنْ جَلَسَ مَعَ السُّلْطَانِ، زَادَهُ اللَّهُ الْكِبْرَ، وَقَسَاوَةَ الْقَلْبِ

3. Barangsiapa duduk dengan para pemimpin/raja, Allah akan menambahi perasaan sombong dan kerasnya hati.

 وَمَنْ جَلَسَ مَعَ النِّسَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ الْجَهْلَ، وَالشَّهْوَةَ، وَالْمَيْلَ إِلَى عُقُولِهِنَّ

4. Barangsiapa duduk dengan perempuan, Allah akan menambahi kebodohan, syahwat dan condong kepada akal perempuan.

 وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصِّبْيَانِ، زَادَهُ اللَّهُ اللَّهْوَ وَالْمِزَاحَ

5. Barangsiapa duduk dengan anak-anak kecil, Allah akan menambahi lalai dan senda gurau.

 وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْفُسَّاقِ، زَادَهُ اللَّهُ الْجُرْأَةَ عَلَى الذُّنُوبِ، وَالْمَعَاصِيَ وَالْإِقْدَامَ عَلَيْهَا، وَالتَّسْوِيفَ فِي التَّوْبَةِ

6. Barangsiapa duduk dengan orang-orang fasik, Allah akan menambahi berani berbuat dosa dan maksiat kemudian menunda-nunda taubat.

 وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصَّالِحِينَ، زَادَهُ اللَّهُ الرَّغْبَةَ فِي الطَّاعَاتِ وَاجْتِنَابَ الْمَحَارِمَ

7. Barangsiapa yang duduk dengan orang-orang soleh, Allah akan menambah perasaan cinta kepada amalan-amalan taat serta menjauhi hal-hal terlarang.

 وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْعُلَمَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ الْعِلْمَ وَالْوَرَعَ

8. Barangsiapa yang duduk dengan para ulama’, Allah akan menambahkan ilmu dan wara'”


 تنبيه الغافلين للسمرقندي

Keterangan : Kitab Tanbihul Ghofilin (Imam As-Samarkhandi).
[KangSoul]

Tahapan Yang Benar - Sekolah Dulu - Bekerja Lalu Menikah

Tahapan Yang Benar - Sekolah Dulu - Bekerja Lalu menikah
Dalam kitab  Al-Asybah wa an-Nadzoir li Ibni Najm al-Imam Abu Hanifah an-Nu’man berwasiat Kepada Para Pemuda :


ولا تتوزوج الا بعد أن تعلم أنك تقدر على القيام بجميع حوائجها واطلب العلم أولا ثم اجمع المال من الحلال ثم تزوج, فانك ان طلبت المال في وقت التعلم عجزت عن طلب العلم ودعاك المال الى شراء الجواري والغلمان وتشتغل بالدنيا والنساء قبل تحصيل العلم, فيضيع وقتك ويجتمع عليك الولد ويكثر عيالك فتحتاج الى القيام بمصالحهم وتترك العلم.

Janganlah engkau (terburu2) menikah kecuali setelah engkau tau bahwasanya engkau sudah mampu untuk bertanggung jawab memenuhi seluruh kebutuhan2 istrimu.

carilah ilmu terlebih dahulu, kemudian (setelah punya ilmu) kumpulkanlah harta benda dari jalan yang halal lalu menikahlah.

Jika engkau mencari harta benda di tengah2 waktumu mencari ilmu, maka engkau akan lemah di dalam mendapatkan ilmu, karena harta benda selalu mengajakmu untuk terus berniaga dengan orang2 sekitarmu, dan engkau akan tersibukkan dengan urusan dunia juga wanita sebelum engkau benar2 mendapatkan ilmu.

(jika itu yang terjadi) maka waktumu akan tersia-siakan, dan engkau akan mempunyai banyak anak, keluargamu akan menjadi semakin banyak juga. Oleh karena itu, maka engkau akan sangat berhajat untuk memenuhi kebutuhan2 mereka dan engkau lalu meninggalkan ilmu.
واشتغل بالعلم في عنفوان شبابك ووقت فراغ قلبك وخاطرك ثم اشتغل بالمال ليجتمع عندك, فان كثرة الولد والعيال يشوش البال, فاذا جمعت المال فتزوج.

Sibukkanlah waktumu dalam mencari ilmu pada masa-masa mudamu, pada waktu hatimu masih senggang dari banyak pikiran, kemudian setelah itu (setelah ilmu berhasil diraih), sibukkanlah dirimu untuk mengumpulkan harta benda, karena sesungguhnya banyaknya anak dan keluarga akan mengganggu pikiran. Dan ketika harta sudah kau raih, maka menikahlah.

Selasa, 04 Agustus 2015

Gus Mus - Sebuah Kecelakaan Saya Sebagai Pengganti Kyai Sahal Mahfudz

Gus Mus - Sebuah Kecelakaan Sebagai Pengganti Kyai Sahal Mahfudz
Gus Mus berpesan kepada muktamirin dengan mata berkaca-kaca.
Muktamar ke-33 NU kembali adem. Setelah Pejabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri berkenan berbicara dan memberikan tausyiah di hadapan peserta Muktamar ke-33 NU. Pria yang akrab disapa Gus Mus itu datang setelah sebelumnya muncul perdebatan,ketegangan dan kericuhan yang sempat terjadi pada sidang pleno dalam pembahasan tata tertib semalam 3 agustus 2015. 

Gus Mus menangis saat menyampaikan tausiyah itu, membuat muktamirin hening. Sebagian pun terbawa haru dan tak kuasa menahan air mata.

Berikut ini tausiyah Gus Mus seperti dilansir Detik.com:

Ketika saya ikuti persidangan-persidangan yang sudah lalu, saya menangis karena NU yang selama ini dicitrakan sebagai organisasi keagamaan, panutan penuh dengan akhlakul karimah, yang sering mengkritik praktik-praktik tak terpuji dari pihak lain ternyata digambarkan di media massa begitu buruknya. 

Saya malu kepada Allah, malu pada KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri dan para pendahulu kita. Lebih-lebih ketika saya disodori koran yang headlinenya ‘Muktamar NU Gaduh, Muktamar Muhammadiyah Teduh’.

Saya mohon sekali lagi, kita membaca surat Al-Fatihah dengan ikhlas, mohon syafaatnya (Nabi Muhammad SAW).\

Rais Aam yang membikin saya menjadi punya posisi seperti ini, KH Sahal Mahfud, mengapa beliau wafat sehingga saya memikul beban ini, saya pinjam telinga anda, doakan saya, ini terakhir saya menjabat jabatan yang tidak pantas bagi saya.  
Dengarkanlah saya sebagai pemimpin tertinggi anda.
Mohon dengarkan saya, dengan hormat kalau perlu saya mencium kaki-kaki anda semua agar mengikuti akhlakuk karimah, Akhlak KH Haysim Asy’ari dan pendahulu kita.

Saya panggil kiai sepuh, rata-rata mereka prihatin semua, prihatin yang sangat mendalam. Di tanah ini terbujur kiai-kiai kita, di sini NU didirikan apa kita mau meruntuhkan di sini juga, Naudzubillah, saya mohon dengan kerendahan hati Anda melepasksan semuanya, dan memikirkan Allah dan pendiri kita.

Jadi, telah mempelajari situasi, maka para kiai yang berkumpul sampai tadi siang, di samping keprihatinan juga beberapa poin yang perlu dijadikan pedoman pembahasan selanjutnya.

Cuma sedikit yang kita sepekati untuk solusi agar tidak sama dengan di Senayan.
Pertama, apabila ada pasal yang belum disepakati dalam muktamar tentang pemilihan Rais Aam, tak bisa melalui musyawarah mufakat, maka akan dilakukan pemungutan suara oleh para Rois Syuriah

Kalau nanti Anda-Anda tidak bisa disatukan lagi, maka saya dengan para kiai memberikan solusi, kalau bisa musyawarah kalau tak bisa pemungutan suara. Itu AD/ART kita. Karena ini urusan pemilihan Rais Aam, maka kiai-kiai akan memilih pemimpin kiai.

Dan tatib yang sudah disepakati perlu segara dilakukan. Kalau ini Anda tetap tidak terima, maka saya yang terima, karena saya hanya Mustafa Bisri, saya hanya orang yang ditimpa kecelakaan menjadi pengganti Kiai Sahal. Kalau tidak, lepaskan saya saja.
Doakan mudah-mudahan saya hanya sekian saja untuk jadi Rais Aam.

Saya sejak belum tidur, bukan apa-apa, karena memikirkan anda-anda sekalian. Saya mohon maaf kepada semua muktamirin terutama yang dari jauh dan tua-tua, teknis panitia yang mengecewakan anda, maafkan lah mereka, maafkan saya. Itu kesalahan saya, mudah-mudahan anda sudi memaafkan saya.
Setelah tausiyah Gus Mus, pimpinan Sidang KH Slamet Effendy menawarkan kepada muktamirin apakah tawaran Kiai Sepuh bisa dijadikan pengganti pasal 19, muktamirin sepakat mengiyakan dan pembahasan tata tertib pun berjalan lancar. [detik.com]

Lakukan Ini...Agar Anak Anda Mau Sholat Tanpa Berdebat

 
Lakukan Ini...Agar Anak Anda Mau Sholat Tanpa Berdebat
Do'a Agar Anak Anda Mau Sholat Tanpa Berdebat

گيف تجعل أبنائك يصلون من أنفسھم بدون خصام أو تذكير

Bagaimana Membuat Anak2 Anda Sholat dengan Kesadaran Mereka Sendiri Tanpa Berdebat dan Tanpa Perlu Diingatkan?

أولادك لا يصلون أو أتعبوك من أجل أن يصلوا ؟ تعالوا لتروا كيف تغيرونهم بإذن الله تعالى

Anak2 anda tidak mau sholat? atau mereka sampai membuat anda capek saat mengingatkan untuk sholat?

Mari kita lihat bagaimana kita bisa merubah ini semua ~ biidznillah.

عن إحدى الأخوات : تقول اقول لكم قصة وقعت معي انا

Salah seorang akhwat berkisah: “Aku akan menceritakan satu kisah yg terjadi padaku”

كانت بنتي بالخامس ابتدائي

Saat itu, anak perempuanku duduk di kelas 5 SD.

و الصلاة ثقيلة عليها.. لدرجة اني قلت لها يوما قومي صلي وراقبتها
فوجدتها أخذت السجادة ورمتها على الأرض وجاءتني
سألتها هل صليت قالت نعم.. صدقوني بدون شعور صفعت وجھا
أعرف أني أخطأت.. ولكن الموقف ضايقني وبكيت وخاصمتها ولمتها وخوفتها من الله
ولم ينفع معها كل هذا الكلام
..

Sholat baginya adalah hal yg sangat berat…sampai2 suatu hari aku berkata kepadanya: “Bangun!! Sholat!!”, dan aku mengawasinya..
 
Aku melihatnya mengambil sajadah, kemudian melemparkannya ke lantai…Kemudian ia mendatangiku…
Aku bertanya kepadanya: “Apakah kamu sudah sholat?”
Ia menjawab: ” Sudah”
Kemudian aku MENAMPARNYA
Aku tahu aku salah Tetapi kondisinya mmg benar2 sulit…
Aku menangis....
Aku benar2 marah padanya, aku rendahkan dia dan aku menakut2inya akan siksa Allah…
Tapi….ternyata semua kata2ku itu tidak ada manfaatnya…

لكن في يوم من الأيام … قالت لي إحدى الصديقات قصة.. منقولة ..وهي :

Suatu hari, seorang sahabatku bercerita suatu kisah…

انها زارت قريبة لها عادية (ليست كثيرة التدين)، لكن عندما حضرت الصلاة قام أولادها يصلون بدون أن تناديهم

Suatu ketika ia berkunjung kerumah seorang kerabat dekatnya (seorang yg biasa2 saja dari segi agama) , tapi ketika datang waktu sholat, semua anak2nya langsung bersegera melaksanakan sholat tanpa diperintah….

تقول .. قلت لها : كيف يصلي أولادك من أنفسهم بدون خصام وتذكير ؟ !!!

Ia berkata: Aku berkata padanya “Bagaimana anak2mu bisa sholat dg kesadaran mereka tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan?

قالت والله ليس عندي شي اقوله لك الا اني قبل أن أتزوج ادعو الله بهذا الدعاء وإلى يومنا هذا ادعو به

Ia menjawab: Demi Allah, aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa sejak jauh sebelum aku menikah aku selalu memanjatkan DO’A ini…dan sampai saat ini pun aku masih tetap bedo’a dg DO’A tersebut :

انا بعد نصيحتها هذه لزمت هذا الدعاء .. في سجودي وقبل التسليم وفي الوتر .. وفي
كل اوقات الاجابه

Setelah aku mendengarkan nasehatnya, aku selalu tanpa henti berdoa dg do’a ini..
Dalam sujudku…
Saat sebelum salam…
Ketika witir…
Dan disetiap waktu2 mustajab…

والله يا اخواتي.. ان بنتي هذه الآن بالثانوي.. من اول مابدأت الدعاء وهي
التي توقظنا للصلاة وتذكرنا بها
واخوانها كلهم ولله الحمد حريصون على الصلاة
!!

Demi Allah wahai saudara2ku…
Anakku saat ini telah duduk dibangku SMA..
Sejak aku memulai berdoa dg doa itu, anakkulah yg rajin membangunkan kami dan mengingatkan kami untuk sholat…
Dan adik2nya, Alhamdulillah..mereka semua selalu menjaga sholat.!!!

حتى امي زارتني ونامت عندي ولفت انتباهها ان بنتي تستيقظ وتدور علينا توقظنا
للصلاة
!!

Sampai2…saat ibuku berkunjung dan menginap dirumah kami, ia tercengang melihat anak perempuanku bangun pagi, kemudian membangunkan kami satu persatu untuk sholat…

أعرف .. أنكم الآن متشوقون لتعرفوا هذا الدعاء .. الدعاء موجود في سورة ابراهيم

Aku tahu anda semua penasaran ingin mengetahui doa apakah itu?
Yaaa..doa ini ada di QS.Ibrahim:  ( ayat : 40 )

والدعاء هو رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء إبراهيم ، 40

Doa ini adalah…
“Ya Robbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yg tetap melaksanakan sholat… Ya Robb kami, perkenankanlah doaku” (QS. Ibrahim: 40)

فالدعاء الدعاء الدعاء وكما تعلمون الدعاء سلاح المؤمن

Yaa…Doa…Doa…dan Doa…
Sebagaimana anda semua tahu bahwa doa adalah senjata seorang mukmin.

إرسلوها للكل حتى تعم الفائدة

Kirimkan tulisan ini agar lebih banyak orang yg mengambil manfaat…

إذا أعجبك الموضوع فلا ت قل شكـراً قل :(رحم الله من نقلها لي ونقلها عني وجعلها بميزان حسناتكم

Jika anda terkesan dg tulisan ini, jangan katakan Syukron…
Tapi katakan: “Semoga Allah merahmati orang yang bersedia men-share (tulisan ini), kemudian menjadikannya pemberat bagi timbangan kebaikannya”

اقرأ هذا الدعاء لأبنائك و سيبقون بحفظ الله …. ورعايته

Baca selalu doa ini untuk anak2mu, biidznillah mereka akan selalu berada dalam penjagaan-NYA.  Allohu 'Alam

Semoga kita semua mendapatkan Dzuriyyah yang selalu dalam limpahan rahmat Alloh SWT. Aamiin...

Sabtu, 01 Agustus 2015

3 Pesan Kyai Bisri Syansuri Kepada Warga NU

3 Pesan Kyai Bisri Syansuri Kepada Warga NU
Wakil Rais Syuriyah Pengurus Willayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Propinsi Nusa Tenggara Barat TGH Maarif Makmun menceritakan kenangannya dengan KH Bisri Syansuri, tokoh dan pendiri NU, ketika dirinya masih menimba ilmu di mekah sekitar tahun 1977-an lalu. Saat itu TGH Maarif ditugaskan untuk menghidangkan kopi/teh para rombongan haji asal Indonesia.

"Kamu anaknya Kiai?" ujar TGH Maarif di penginapan PWNU NTB di Jalan Flamboyan Jombang Jawat Timur Jum'at malam (30/7) kemarin mengenang pertanyaan KH Bisri Syansuri kepada dirinya.

Dia pun menjawab tidak. “Saya anak Petani, lalu pertanyaan selanjutnya apakah kamu NU?” Dia pun menjawab Ya.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Maarif Darek Praya Barat Daya Lombok Tengah NTB ini, setelah dirinya mengaku sebagai anak petani dan NU lalu kemudian KH Bisri Syansuri berpesan kepada dirinya.

Pertama, Inget jangan cari makan di NU hidupnya nanti akan lunglai, katanya mengulang pesan pertama KH Bisri pada dirinya, sembari ia menceritakan waktu itu ia tidak tahu maksud kata lunglai.

Kedua jangan keluar dari NU, membenci NU karena akan dilanda hutang besar. Ketiga Besarkan NU, ikuti program NU dan mengitu ulama hidup  akan berkah.

"Ketiga pesan ini selalu saya sampaikan kepada generasi NU, rekan-rekan pengurus NU khususnya santri di pondok agar masuk dan ikut membesaka  NU," harapnya.

Source : http://nu.or id

Rabu, 29 Juli 2015

KH Maimoen Zubair Rembang - Tips Memilih Calon Istri

KH Maimoen Zubair Rembang - Tips Memilih Calon Istri
KH Maimoen Zubair Rembang : Resep mileh calon bojo (kanggo wong lanang).
Tips memilih calon istri (Utk Pria)____Terutama seng jeh lajang.

___” Nek milih bojo iku sing ora patiyo ngerti dunyo. Mergo sepiro anakmu sholeh, sepiro sholehahe ibune.
**** (Kalau memilih istri itu yang tidak terlalu mengerti masalah “dunia”. karena kesolehan anak mu bergantung pada kesolehan ibunya)

___Sohabat Abbas iku nduwe bojo ora seneng dandan, nganti sohabat Abbas isin nek metu karo bojone. Nanging Sohabat Abbas nduwe anak puuinter,ngalime poll, rupane Abdulloh bin Abbas.
**** (Sahabat Abbas itu punya istri yang tidak suka dandan, hingga Sahabat Abbas malu kalau keluar bersama istrinya, tetapi beliau punya anak yang sangat pintar dan ‘alim yaitu Abdullah bin Abbas)

___Sayyidina Husain nduwe bojo anake rojo rustam (rojo persia). Walaupun asale putri rojo, sakwise dadi bojone sayyidina Husain wis ora patiyo seneng dunyo. Mulane nduwe putro Ali Zainal Abidin bin Husain, pinter lan ngalim-ngalime keturunane Kanjeng Nabi. Kiai-Kiai Sarang ngalim-ngalim koyo ngono, mergo mbah-mbah wedo’e do seneng POSO.
**** (Sayyidina Husain punya istri dari keturunan raja Persia, walaupun asalnya seorang puteri raja, setelah menjadi istri Sayyidina Husain sudah tidak begitu senang terhadap “dunia” sehingga ia mempunya putra yang bernama Ali Zainal Abidin Bin Husain, seorang yang paling pintar dan alim dari keturunan Kanjeng Nabi. Begitu juga Kyai – kyai Sarang ‘alim ‘alim dikarenakan nenek-neneknya suka PUASA)

___Syekh Yasin Al Fadani (ulama’ asal padang yang tinggal di mekah) iku nduwe bojo wedox pinter dagang, nduwe putro loro.Sing siji dadi ahli bangunan sijine kerjo neng transportasi. Kabeh anake ora ono sing nerusake dakwahe Syekh Yasin. Neng Al Qur-an ﻧﺴﺎﺅﻛﻢ ﺣﺮﺙ ﻟﻜﻢ Istri iku ladang kanggo suami. Sepiro apike bibit tapi nek tanahe atau ladange ora apik, ora bakal ngasilno pari apik.
**** (Syekh Yasin Al Fadani – Ulama’ asal padang yang tinggal di mekah- itu mempunyai istri yang pintar berdagang, punya dua putra, yang satu menjadi ahli bangunan dan yang satunya bekerja di bagian transportasi. semua anaknya tidak ada yeng maneruskan dakwahnya Syekh yasin. Di Al Quran ﻧﺴﺎﺅﻛﻢ ﺣﺮﺙ ﻟﻜﻢ istri itu ladang untuk suami, sebagus apapun bibitnya tetapi kalau tanahnya atau ladangnya kurang bagus, tidak bakal memberikan padi yang bagus )

_________Intine iso nduwe anak pinter2,ngalim, nek bojone ORA PATIYO NGURUSI DUNYO LAN MUNG KHIDMAH POLL KARO SUAMINE.
====== Nek kowe milih istri pinter dunyo (pinter golek duet), kowe sing kudu wani tirakat. Nek ora wani tirakat, yo luru-o bojo sing ahli dzikir, kowene sing mikir dunyo alias kerjo.”

(Intinya bisa punya anak yang ‘alim kalau istrinya TIDAK DISIBUKKAN MENGURUSI DUNIA DAN SEPENUHNYA BERKHIDMAH KEPADA SUAMINYA. kalau kamu memilih istri pinter kerja dunia/pinter cari uang, kamu harus berani “tirakat”. kalau tidak berani tirakat, carilah istri yang ahli dzikir, kamu nya yang mikir dunia alias bekerja ).

_____Mugo-mugo sok awak dewe di paringi anak seng pinter tur bener, Bener LAN pinter. Aamiin....