Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2015

Gus Mus Rais Aam PBNU - KH Said Aqil Siroj Ketum PBNU 2015-2020 M

Gus Mus Rais Aam PBNU - KH Said Aqil Siroj Ketum PBNU 2015-2020 M
Gus Mus Rais Aam PBNU - KH Said Aqil Siroj Ketum PBNU 2015-2020 M

KH Mustofa Bisri (Gus Mus) ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU periode 2015-2020 pada rapat yang berlangsung di ruang sidang Alun-alun Jombang, Rabu malam (5/8). Penetapan yang dibacakan H Syaifullah Yusuf itu merupakan hasil musyawarah 9 kiai Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).

Penetapan ditandatangani anggota Ahwa yaitu KH Ma’ruf Amin, KH Nawawi Abdul Jalil, TGH Turmudzi Badruddin, KH Khalilurahman, KH Dimyati Rais, KH Ali Akbar Marbun, KH Makhtum Hannan, KH Maimoen Zubair, dan KH Mas Subadar.

Pada penetepan itu, disebutkan bahwa Gus Mus sebagai Rais Aam PBNU didampingi KH Makruf Amin sebagai Wakil Rais Aam. Kemudian pemimpin sidang meminta forum untuk membacakan surat Alfatihah atas penetapan itu.

Sementara itu para muktamirin juga kembali mempercayai KH Said Aqil Siroj sebagai Ketua Umum PBNU periode 2015-2020. Ia mendapat suara terbanyak pada pemilihan langsung di sidang utama Alun-alun Jombang, pada Kamis (6/8) dini hari.

Berikut perolehan suara dari dari beberapa calon. KH Said Aqil Siroj dipilih 207 muktamirin. Sedangkan H As’ad Said Ali dipilih 107 muktamirin. Disusul KH Salahuddin Wahid 10 suara. [nu.online]

Selasa, 04 Agustus 2015

Gus Mus - Sebuah Kecelakaan Saya Sebagai Pengganti Kyai Sahal Mahfudz

Gus Mus - Sebuah Kecelakaan Sebagai Pengganti Kyai Sahal Mahfudz
Gus Mus berpesan kepada muktamirin dengan mata berkaca-kaca.
Muktamar ke-33 NU kembali adem. Setelah Pejabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri berkenan berbicara dan memberikan tausyiah di hadapan peserta Muktamar ke-33 NU. Pria yang akrab disapa Gus Mus itu datang setelah sebelumnya muncul perdebatan,ketegangan dan kericuhan yang sempat terjadi pada sidang pleno dalam pembahasan tata tertib semalam 3 agustus 2015. 

Gus Mus menangis saat menyampaikan tausiyah itu, membuat muktamirin hening. Sebagian pun terbawa haru dan tak kuasa menahan air mata.

Berikut ini tausiyah Gus Mus seperti dilansir Detik.com:

Ketika saya ikuti persidangan-persidangan yang sudah lalu, saya menangis karena NU yang selama ini dicitrakan sebagai organisasi keagamaan, panutan penuh dengan akhlakul karimah, yang sering mengkritik praktik-praktik tak terpuji dari pihak lain ternyata digambarkan di media massa begitu buruknya. 

Saya malu kepada Allah, malu pada KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri dan para pendahulu kita. Lebih-lebih ketika saya disodori koran yang headlinenya ‘Muktamar NU Gaduh, Muktamar Muhammadiyah Teduh’.

Saya mohon sekali lagi, kita membaca surat Al-Fatihah dengan ikhlas, mohon syafaatnya (Nabi Muhammad SAW).\

Rais Aam yang membikin saya menjadi punya posisi seperti ini, KH Sahal Mahfud, mengapa beliau wafat sehingga saya memikul beban ini, saya pinjam telinga anda, doakan saya, ini terakhir saya menjabat jabatan yang tidak pantas bagi saya.  
Dengarkanlah saya sebagai pemimpin tertinggi anda.
Mohon dengarkan saya, dengan hormat kalau perlu saya mencium kaki-kaki anda semua agar mengikuti akhlakuk karimah, Akhlak KH Haysim Asy’ari dan pendahulu kita.

Saya panggil kiai sepuh, rata-rata mereka prihatin semua, prihatin yang sangat mendalam. Di tanah ini terbujur kiai-kiai kita, di sini NU didirikan apa kita mau meruntuhkan di sini juga, Naudzubillah, saya mohon dengan kerendahan hati Anda melepasksan semuanya, dan memikirkan Allah dan pendiri kita.

Jadi, telah mempelajari situasi, maka para kiai yang berkumpul sampai tadi siang, di samping keprihatinan juga beberapa poin yang perlu dijadikan pedoman pembahasan selanjutnya.

Cuma sedikit yang kita sepekati untuk solusi agar tidak sama dengan di Senayan.
Pertama, apabila ada pasal yang belum disepakati dalam muktamar tentang pemilihan Rais Aam, tak bisa melalui musyawarah mufakat, maka akan dilakukan pemungutan suara oleh para Rois Syuriah

Kalau nanti Anda-Anda tidak bisa disatukan lagi, maka saya dengan para kiai memberikan solusi, kalau bisa musyawarah kalau tak bisa pemungutan suara. Itu AD/ART kita. Karena ini urusan pemilihan Rais Aam, maka kiai-kiai akan memilih pemimpin kiai.

Dan tatib yang sudah disepakati perlu segara dilakukan. Kalau ini Anda tetap tidak terima, maka saya yang terima, karena saya hanya Mustafa Bisri, saya hanya orang yang ditimpa kecelakaan menjadi pengganti Kiai Sahal. Kalau tidak, lepaskan saya saja.
Doakan mudah-mudahan saya hanya sekian saja untuk jadi Rais Aam.

Saya sejak belum tidur, bukan apa-apa, karena memikirkan anda-anda sekalian. Saya mohon maaf kepada semua muktamirin terutama yang dari jauh dan tua-tua, teknis panitia yang mengecewakan anda, maafkan lah mereka, maafkan saya. Itu kesalahan saya, mudah-mudahan anda sudi memaafkan saya.
Setelah tausiyah Gus Mus, pimpinan Sidang KH Slamet Effendy menawarkan kepada muktamirin apakah tawaran Kiai Sepuh bisa dijadikan pengganti pasal 19, muktamirin sepakat mengiyakan dan pembahasan tata tertib pun berjalan lancar. [detik.com]

Senin, 03 Agustus 2015

Jadwal Lengkap Acara Muktamar NU Ke 33 Di Jombang Jawa Timur

Jadwal Lengkap Acara Muktamar NU Ke 33 Di Jombang Jawa Timur
Acara Muktamar NU Ke 33 Di Jombang Jawa Timur


Sabtu 1 Agustus 2015

Pukul 07.00 – 15.00 WIB – 
Registrasi dan check in peserta Muktamar di GOR Merdeka Jombang.

Pukul 20.00 – 22.00 WIB – 
Seremonial acara pembukaan muktamar di Alun-alun Jombang (Presiden Jokowi akan membuka muktamar sekaligus menyampaikan amanatnya).

Pukul 22.00 – 24.00 WIB – 
Sidang pleno I membahas dan mengesahkan tatib Muktamar NU ke 33 di ruang pleno Alun-alun Jombang.

Minggu 2 Agustus 2015

Pukul 09.30-22.30 WIB –
Sidang pleno II, laporan pertanggungjawaban (LPJ) PBNU masa khidmat 2010-2015, pandangan umum atas LPJ PBNU, serta jawaban atas pandangan umum LPJ PBNU. Lokasi di ruang pleno Alun-alun Jombang.

Senin 3 Agustus 2015
Pukul 09.30 WIB _ tengah malam –  Sidang-sidang komisi :

Sidang Komisi A  : 
Bahtsul Masail ad Diniyah al Maudlu’iyyah di Ponpes Tambak Beras (bahrul Ulum), Sidang 

Sidang Komisi B  :
Bahtsul Masail ad Diniyah al Waqi’iyyah di Ponpes Tambak Beras.

Sidang Komisi C  : 
Bahtsul Masail ad Diniyah al Qununiyyah di Ponpes Tambak Beras, 

Sidang Komisi D : 
Organisasi, membahas AD/ART di Ponpes Mambaul Ma’arif (Ponpes Denanyar). 

Sidang Komisi E : 
Program, membahas rencana kerja satu abad NU di Ponpes Darul Ulum (Ponpes Rejoso), 

Sidang Komisi F : 
Rekomendasi, membahas rekomendasi eksternal dan internal di Ponpes Tebu Ireng.


Selasa 4 Agustus 2015

Pukul 09.30-12.00 WIB – 
Sidang pleno III, pengesahan hasil sidang-sidang komisi di ruang pleno Alun-alun Jombang.

Pukul 13.30-22.00 WIB – 
Lanjutan sidang pleno III, pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi(Ahwa) serta rapat AHWA menunjuk Rois ‘Aam NU di ruang plenoaAlun-alun Jombang.

Pukul 23.00 WIB-selesai – 
Sidang pleno IV, pemilihan Ketua Umum PBNU di ruang pleno alun-alun Jombang.


Rabu 5 Agustus 2015
Pukul 09.30-11.00 WIB – 
Seremonial penutupan Muktamar ke-33 NU di alun alun.