Rabu, 03 April 2013

Rahasia Sukses Berbisnis Ala Rasululloh SAW

Himpunan santri alumni pondok pesantren sirojuth tholibin brabo

Beliau Rasul Allah Muhammad SAW adalah Seorang pebisnis Sukses.Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis sukses selama 28 Tahun, mulai dari usia 12 tahun hingga 40 tahun. Dan selebihnya adalah masa keRasulan sebagai suri tauladan kita semua sebagai umat Muslim. 

Apa saja Nilai warisan yang bisa kita Tiru dari Rasul yang bisa kita ikuti sebagai pengikutnya, Khususnya untuk seorang Hambanya yang menjadi Pengusaha sebagai Orang yang mencari Nafkah. Semasa Mudanya RasulAllah ini Sudah berkenalan dengan Bisnis dari Usia Dini, Dimulai dari menggembala Kambing. Lalu Bisnisnya ke-Level yang lebih tinggi, Pada waktu itu Beliau masih berusia 12 Tahun dan Beliau di Ajak oleh pamannya Abu Thalib untuk berdagang di Negeri Syam. Disitulah Awalannya Nabi Muhammad SAW mengenal Bisnis secara serius, dan Menjadi Enterprenur Sejati. Hingga beliau mendapat reputasi yang sangat baik bagi penduduk Negri tersebut. Reputasi-reputasinya adalah sebagai Orang yang Terpercaya (Al-Amin) di dalam Perdagangannya maupun di Kehidupan sehariannya. 

Pada usia 17 Tahun Nabi Muhammad SAW sudah di beri mandat penuh oleh pamannya untuk Berdagang dari dagangannya. Hingga usia 20 tahun beliau sudah hampir menguasai Pusat Bisnis Global di Jamannya. Kalo sekarang ( Irak, Yordania, Bahrain, Suriah, dan Yaman).

Mau, tau Rahasia-rahasia Bisnis Nabi Muhammad SAW yang Hebat Itu. Hingga sekarang Masih di Gunakan dengan Prinsip-prinsip Bisnis Modern di Dunia saat ini. Dan juga mengajarkan kita sebagai Umat Muslim untuk menjadi seorang Enterprenur Sejati dan Berakhlak mulia Sebagai Makhluk Allah SWT. Dan menjauhkan Bisnis Kita hanya dari Keuntungan Semata (KAPITALISME).…
Ini Adalah Rahasia-rahasia berbisnis Ala Nabi Muhammad SAW : Cara Berpikir dan BerEtika di dalam Bisnisnya :

1. Jujur di dalam Bisnisnya.

Kejujuran adalah syarat fundamental dalam berbisnis yang di lakukkan oleh RasullAllah Muhammad SAW. Beliau pernah melarang para pedagang untuk meletakkan barang Busuk/jelek di dalam dagangannya. dan beliau selalu memberikan barang sesuai dengan seadannya dan terbaik bagi Konsumennya.

2. Berprinsip pada nilai Illahi.

Bisnis yang di lakukkan tidak terlepas dari pengawasan Tuhan. Dan menyadarkan manusia sebagai makluk Illahiyah (berTuhan).

3. Prinsip kebebasan Individu yang bertanggung Jawab.

Bukan bisnis hasil dari Paksaan atau Riba. Yang menjerat kebebasan Individu.

4. Bertanggung Jawab.

Bertanggung Jawab moral kepada Tuhan atas perilaku Bisnisnya maupun Orang lain/Partner Bisnisnya maupun Konsumennya.

5. Keadilan dan Keseimbangan.

Keadilan dan keseimbangan sosial, bukan hanya keuntungan semata tetapi Kemitraan/bantu membantu di dalam bisnisnya (Win-Win-Solution)

6. Tidak hanya mengejar keuntungan dan berorientasi untuk menolong orang lain, Atau WIN Win Solution.

7. Berniat baik di Bisnisnya.

berniat baik adalah Aset Paling berharga oleh pelaku Bisnis selain untuk menjadi terbaik tapi bermanfaat bagi orang lain.

8. Berani mewujudkan Mimpi.

RasullAllah dari seorang penggembala Kambing, berniat untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi, menjadi pedagang, lalu Manager hingga beliau mewujudkan cita-citanya menjadi Owner (Pemilik perusahaan) dengan menikahi Siti Khadijah. Beliau adalah Enterprenur Cerdas.

9. Branding/Menjaga nama baik.

RasullAllah selalu menggunakan cara ini sebagai Modal Utama, Track Record sebagai orang Terpercaya (Al Amin), Justru paling di cari dan siapapun ingin bekerja sama dengannya. Sifat inilah yang Sekarang Langka di Jaman ini,Tirulah…

Cara Merintis Bisnis :



1. Fokus dan Konsentrasi.

RasulAllah selalu Fokus terhadap bisnis yang beliau tekuni, Tidak mengerjakan bisnis yang satu ke satunya lagi sebelum beliau menyelesaikannya…

2. Mempunyai Goal dan rencana yang jelas

3. Merintis Bisnis Dari NOL.

Kesuksesan beliau tidak datang dalam satu malam walaupun seorang RasullAllah, tetapi harus dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari seorang Karyawan/Salles hingga jadi Owner. Dan semua tanpa ada praktek KKN.

4. Tidak Mudah Putus Asa.

Beliau Bersabda : Janganlah kamu berdua putus asa dari rizky selama kepalamu masih bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merah tidak mempunyai baju, Kemudian Allah SWT memberikan rizky kepadanya (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya)

5. Berusaha Menjadi Trend Center

6. Inovatif.

Semua barang yang di Jual Rasul selalu berbeda dari kompetitornya, dengan harga murah tetapi Hight Quality.

7. Memahami kondisi dan analisa Pasar

8. Kemampuan merespon strategi Pesaingnya Belajar menguasai pasar,

Dikisahkan Ketika beliau di Mekkah para pedagang dari kaum Quraisy yang ingin menjatuhkan Bisnisnya, dengan menjatuhkan Harga dengan tidak Wajar. Tetapi beliau menerapkan Hukum Suply&Demand, beliau menyiasati dan bersabar. Hingga semua dagangan para Kompetitornya habis semua. Rasul baru Menjual Dagangannya karena Rasul Percaya kalau jumlah Permintaan (Demand) jauh lebih tinggi dari jumlah Penawaran (Supply) di Kota itu. Tak lama kemudian Rakyat Kota tersebut membeli Barang Dagangan Rasul dengan Harga Normal, ketika rombongan Pedagang itu pulang Mekkah gempar. Semua pedagang Rugi akibat banting harga kecuali Nabi Muhammad SAW yang untung besar. Itulah kejelian melihat, menganalisis, dan memahami Pasar. Hingga menguasai Pasar yang ada. · Mampu Memanagement Organisasi secara Efektif · Bisa menghilangkan Mental Blocking, Atau juga yang di sebut dengan Ketakutan yang Berlebihan dalam menghadapi kegagalan usaha. Rasul selalu bisa mengalahkan diri sendiri dari hal-hal Negatif (mujahadah). · Mampu menarik dan meyakinkan pemilik Modal untuk ikut serta dalam bisnis yang dilaksanakannya.

Cara Menjalankan Bisnisnya :


1. Bekerja Sama (bersinergi), Beliau bersabda “Keberkahan sesungguhnya berada dalam Jamaah. Dan, tangan Allah sesungguhnya bersama Jamaah”

2. Kerja Pintar, Kreatif dan Visioner

3. Menerapkan kesepakatan Win-Win-Solution (Saling menguntungkan, dan tidak ada yang dirugikan)

4. Bekerja dengan Prioritas

5. Tidak melakukan Monopoli

6. Selalu berusaha dan Tawakal

7. Tepat Waktu

8. Berani ambil Resiko

9. Tidak menimbun barang dagangan (ihtikar), Rasul melarang Keras pelaku Bisnis dan menyimpan barang pada massa tertentu, hanya untuk keuntungan semata. Rasul bersabda bahwa pedagang yang mau menjual barang dagangannya dengan spontan akan di beri kemudahan. Tapi penjual yang sering menimbun dagangannya akan mendapat kesusahan (Dalam HR Ibnu Majah dan Thusiy).

10. Profesional di Bisnis yang Di kelolanya

11. Selalu Bersyukur di Segala Kondisi

12. Berusaha dengan Mandiri, Tekun dan Tawakal

13. Menjaga nilai-nilai harga diri, kehormatan, dan kemuliaan dalam proses interaksi bisnis

14. Melakukan bisnis berdasarkan Cinta (Passion).

15. Tidak MenZhalimi (Merugikan Orang lain)

16. Rajin Bersedekah.

Cara memasarkan Produk :


1. Memasarkan Produk yang Halal dan Suci

2. Tidak melakukan Sumpah Palsu,

3. Tidak berpura-pura menawar dengan harga tinggi, Agar orang lain tertarik

4. Melakukan timbangan dengan benar

5. Tidak menjelekkan bisnis Orang lain,

 Beliau bersabda ” Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain” (HR. Muttafaq ‘alaih)

6. Pintar beriklan/Promosi,

Rasul hafal betul dimana ada Bazaar di suatu tempat tertentu. Sehingga makin banyak orang mengenal beliau dan barang dagangannya.

7. Transparansi (keterbukaan),

Beliau bersabda “Tidak dibenarkan seorang Muslimin menjual satu-satu jualannya yang mempunyai aib, sebelum dia menjelaskan aibnya” (HR. Al-Quzuwaini)

8. Mengutamakan pelanggan (Customer Satisfaction)

9. Networking (Jejaring) di wilayah lain

10. Cakap dalam berkomunikasi dan bernegosiasi (tabligh)

11. Tidak mengambil Untung yang berlebihan

12. Mengutamakan penawar pertama

13. Menawar dengan harga yang di inginkan

14. Melakukan perniagaan sepagi mungkin,

RasulAllah mendoakan orang-orang yang pagi-pagi dalam bekerja. “Ya Allah, berkahilah umatku dalam berpagi-paginya mereka” (HR.Shahr Al Ghamidi)

15. Menjaga Kepercayaan pelanggan

16. Mewujudkan Win-Win Solution

17. Barang Niaga harus bermutu, Murah, Bermanfaat, Mutakhir dan Berkualitas

18. Kemudahan dalam hal transaksi dan pelayanan

19. Menentukan Harga dengan jelas ketika akad (Deal) Cara

Berhubungan dengan Karyawan :


1. Berbagi perhatian kepada karyawan, Tidak memilih-milih karyawan Istimewa semua sama.

2. Bermitra Bisnis,

Karyawan dan Majikan seperti hubungan kekeluargan yang kental. Bukan seperti Tuan dan Budak.

3. Memberi gaji yang Cukup kepada Karyawannya

4. Memberi gaji tepat Waktu kepada Karyawannya, Sebelum keringat karyawan kering

5. Tidak membebani Karyawan dengan tugas diluar kemampuannya

6. Karyawan di Wajibkan kerja sungguh-sungguh dengan seluruh kekuatannya

7. Sering memberikan Bonus-bonus tambahan di luar gaji pokok

Contoh di Atas adalah sebagian kecil dari sifat-sifat Suri tauladan Rasul Allah Muhammad SAW yang bisa kita Contoh dalam membangun Kerajaan Bisnis Kita, jauh lebih Sukses, berakhlak dan membantu terhadap sesamanya.

Wa Allohu A'lam......

Source :(danang/e-riandyfikar.com)

Kemuliaan Wanita Dalam Pandangan Islam

Himpunan santri alumni pondok pesantren sirojuth tholibin brabo

Subhanalloh.....Sungguh engkau maha pengasih ya Alloh.

Islam, menyematkan kemuliaan dalam diri seorang wanita. Sang pesona dunia ini, diajarkan Oleh Allah Subhanahu Wata’ala untuk tetap menjadi indah dan yang terindahkan. Namun sayang, banyak manusia yang lemah iman dan lemah ilmu yang justru tidak bisa menikmati dan menyadari keindahan itu dalam hati mereka. Dan begitulah, Allah telah menutup hati, dan indrawi mereka, dalam begitu kencangnya fitnah yang tujuan akhirnya sangat jelas, yaitu melucuti keindahan wanita itu sendiri, dengan cara merendahkan mereka layaknya hewan, atau bahkan lebih rendah dari itu. Naudzubillah... Di dalam islam, wanita di perintahkan oleh Allah untuk menutup Aurat para wanita. Sungguh sesuatu yg mahal harganya akan dijaga bahkan disimpan dan di rawat dengan sangat hati- hati dan di hadiahkan pula tempat teraman dan terbaik. Apakah pernah kita melihat seseorang membuang intan begitu saja di jalanan?.

KEMULIAAN WANITA

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding pria.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding pria.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada pria.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan di tangan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada pria.

Itu sebabnya banyak yang berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA.”
And Look...

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan terserak bukan? Itulah perbandingannya ­ dengan seorang wanita.

2. Wanita perlu taat kepada suami. Bahwa sesungguhnya pria wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya.

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada pria, tetapi bahwa harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkankepada suaminya. Sementara apabila pria menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

4. Di akhirat kelak, seorang pria akan mempertanggungj ­awabkan terhadap 4 wanita, yaitu: isterinya, ibunya, anak perempuannya dansaudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang pria, yaitu: suaminya, ayahnya, anak prianya dan saudara prianya.

5. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi bahwa setiap saat dia dido'akan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu surga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.

7. Seorang pria wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jikataat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabny ­a kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH!

Demikian sayangnya ALLAH pada wanita.
Ingat firman-Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut/tunduk kepada cara-cara/ ­peraturan yang diproduct.
Bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segalahukum-Nya/ ­peraturan-Nya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan yang dibuat manusia. Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum pria) berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu.
Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya ­ menjadi muslimah yang baik, maka surga adalah jaminannya. Berbahagialah wahai para muslimah. Tunaikan dan menegakkan agamamu, niscaya surga menanti.

Wa Allohu A'lam.......

Source : muslimah.or.id